Kamis, 22 April 2010

Periodesasi Sastra 2

 Angkatan zaman Jepang.

Ciri – ciri :
• Mencerminkan kekaguman terhadap Jepang
• Keragu – raguan terhadap Jepang
• Timubul rasa benci terhadap Jepang
• Sikap tawakkal terhadap Tuhan atas kekejaman Jepang
• Sikap orang berkepala dulu seperti bungloon demi kepentingan sendiri
• Tumbuhnya rasa kebangsaan yang kuat
• Bersifat simbolik
1. Usmar Ismail
• Kita Berjuang ( sajak )
• Saudara ( sajak )
• Diserang rasa ( sajak )
• Tidak Kau Ingat ( sajak )
2. Nursyamsu
• Membayar Utang ( sajak )
• Tinggi hati ( sajak )
• Jeritan malam ( sajak )
• Lagu perpisahan ( sajak )
3. Maria Amin
• Kapal Udara ( sajak )
• Aku menyingkir ( sajak )
• Dengar keluhan pohon Mangga ( artikel )
• Tuan Turutlah Merasakan ( Artikel )
4. Idrus
• Kota Harmoni ( cerpen )
• Sanyo ( cerpen )
• Heiho ( cerpen )
5. Rosihan Anwar
• Seruan Lepas ( sajak )
• Untuk Saudara ( sajak )
• Kisah di Waktu Pagi ( sajak )
• Radio Masyarakat ( cerpen )
6. Amal Hamzah
• Pahit ( Sajak )
• Kesombongan ( sajak )
• Melaut Benciku ( sajak )
• Bingkai Retak ( cerpen )
• Seniman Pegkhianat ( drama )
• Tuan Amin ( drama )

Jumat, 26 Maret 2010

Periodesasi Sastra 1

Apabila berbicara tentang sastra, maka akan muncul banyak banyangan dalam benak kita karena sastra telah ada sejak zaman dahulu kala dan telah banyak sekali sastrawan terkenal karena karyanya yang dapat juga dikelompokkan berdasarkan periodesasi sastra itu sendiri. Setiap periode perkembangan kesusastraan memiliki ciri – ciri sendiri – sendiri. Sekedar untuk pengetahuan, di bawah ini gambaran ciri – ciri dan beberapa sastrawan beserta karya – karyanya dalam setiap periode dari angkatan ’20 ( Balai Pustaka ).
Berikut ini periode kesusastraan Indonesia :
1. Angkatan ’20 / Balai Pustaka / Siti Nurbaya.
 Ciri – ciri :
 Masih menggunakan bahasa melayu.
 Unsur takhayul masih kuat.
 Masih mementingkan bentuk daripada isi, menyukai pantun dan syair.
 Kebanyakan bertema adat istiadat dan kawin paksa.
 Sangat dipengaruhi tradisi dan sastra daerah.
 Mayoritas beraliran romantisme.
 Dibandingkan kesusastraan sebelumnya hanya berubah sedikit sekali.

 Sastrawan :
 Merari Siregar
Karyanya : Azab dan Sengsara ( novel, 1920 ), Cerita si Jamin dan si Johan ( saduran dari cerita Uil Hel Volk karya Justus van Maurik, 1918 ).
 Marah Rusli
Karyanya : Siti Nurbaya ( 1922 ), Gadis yang Malang ( terjemahan novel Charles Dickens, 1922 ).
 Abdul Muis
Karyanya : Salah Asuhan ( novel, 1922 ), Don Kisut ( terjemahan karya Cervantes, 1923 ).
 Nur Sutan Iskandar
Karyanya : Apa Dayaku karena Aku Perempuan ( novel, 1922 ), Cinta yang Membawa Maut ( dengan Abd. Ager, novel, 1926 ), Salah Pilih ( novel, 1928 ).